Kisah Yang Lalu

Memang benar apa kata orang, “kita harus menerima bahwa memang tak ada kisah yang bisa sempurna, seperti yang selalu dimimpikan tapi ternyata mimpi tak selalu jadi kenyataan”.

Yaa, aku awali cerita ini ketika aku bertemu dengan sosok wanita yang menurutku sangat perfect bagiku, namanya An’nisa. Awal aku kenal dia ketika aku mengikuti kegiatan OKK (ospek kampus), aku hanya bisa menatap dia dari kejauhan saja. Lambat laun aku mulai kenal dekat dengan dia, smsan, ketemu bareng, jalan bareng, ketawa guyonan, sampai akhirnya aku memberanikan diri untuk mengungkapkan apa yang aku rasa ke dia. dan aku sangat ga menyangka ternyata dia mau menerima aku sebagai pacarnya, emang jujur aku tak menyangka karna aku menyadari masa lalu dia bersama mantan pacarnya yang bs dibilang “mewah” sedangkan dia mau menerima aku apa adanya, itu satu point penting untuk dia.

Dia sangat baik, perhatian sekali, susah dikatakan dengan kata-kata mengenai dia, karena sangat full perfect lah bisa dibilang kalo untukku. Bahkan lelaki lain kalo sudah kenal dia pasti akan berkata sama mengenai dia, aku yakin ! dan aku adalah orang yang beruntung bs mendapatkan dia saat itu. Dia tidak hanya cantik diluar, namun dia juga cantik hatinya. Dia mempunyai perasaan iba yang sangat tinggi antar sesama, sampai terkadang aku ga habis pikir masih ada anak yang seperti dia. sempat terketuk hatiku ketika aku bersama dia membeli makan dan dia berkata : “beb, belikan satu bungkus lagi buat bapak tua yang ngatur jalan itu”. Kata-kata itu keluar ketika aku jalan dengan dia dan bertemu dengan seorang bapak tua yang sedang mengatur jalan. Masih banyak hal baik mengenai dia. sungguh aku sayang dia dikala itu, aku tak mau melepaskan dia.

Lambat laun kita terus bersama jalani hari berdua, sempat ada kemarahan, bahkan kejengkelan ketika menjalani hubungan ini, namun alhamduliah semua berakhir dengan rasa kangen (hahasik).. aku juga mengenal baik kedua orang tuanya, bahkan bisa dibilang akrab karena kadang aku juga sering main kerumahnya, jenguk dia saat sakit, atau membelikan dia bubur saat dia sakit dirumah ketika ayah dan ibunya sedang pergi haji. Waktu terus berlalu, detik pun terus berganti, aku merasakan jarak antara aku dengan dia semakin jauh ketika aku mengikuti kegiatan kepanitiaan OKK (ospek kampus), karena jujur sangat padat sekali waktu, meski begitu terkadang aku hubungin dia ya meski cuman sebentar. Namun ternyata dia merasa kehilangan dan saat itu ada lelaki yang menemani dia disaat aku tak ada sebut saja namanya AL. singkat ceritanya, AL ini adalah sahabat dia ketika awal masuk kuliah sampai saat aku masih bersama dia. AL juga sering jalan bersama dia ketika aku masih bersamanya, namun aku tak melarangnya karna aku mikirnya cuman sahabat aja kan, kenapa tidak ? lambat laun aku diputuskan oleh dia, disamping karna ada beberapa masalah, perhatianku juga berkurang, namun jujur aku tak ada niatan sekalipun berbuat ini, maaf.. bahkan aku merakan benar-benar cinta sama dia kali ini.

Ketika dia berkata untuk menyudahi semua ini, aku hanya bisa terdiam dan menerima kenyataan yang ada saat itu, ibarat batu yang dihempaskan jauh ke laut, sangat sakit sekali. Hari demi hari aku lalui , menikmati semua yang ada dan aku mencoba sedikit memperbaiki hubungan ku bersama dia. saat itu aku sudah punya planning untuk mengajak kembali melanjutkan hubungan yang sempat putus ini, namun saat itu dia lagi mau pergi bersama temannya, akhirnya aku putuskan untuk mundur keesokan harinya.

Malam hari, terdengar suara telepon berdering dari dia, aku angkat dengan perasaan senang . ketika aku jawab dia menangis dan selalu berkata maaf, maaf dan maaf. Aku tak mengerti maksud dari itu semua. Awalnya dia tak ingin bercerita mengapa dia menangis, sampai akhirnya dia mau mengungkapkan semua dan ternyata apa teman ?? dia jadian dengan AL  sahabatnya. hahahaha langsung sakit pool, tapi aku tahan sampai nanti telepon kita kelar, soalnya kalau aku marah atau menunjukkkan perasaan sakit malah buat dia merasa bersalah, maka dari itu aku tak mau menunjukkannya. Aku hibur dia agar dia tak menangis, aku berusaha menguatkan hati dia, sampai akhirnya berhasil..

Setelah semua selesai, aku berusaha menguatkan diriku sendiri tentang semua ini, padahal awalnya aku berniat mengutarakan perasaanku lagi namun aku terdahului dengan sahabatnya AL. aku juga ga habis pikir, karna AL dulu sempat berkata bahwa dia tak akan jadi pacar karena gamau merusak persahabatnnya. Tp aku paham ya namanya cowok, munafik apabila dia tak mau “maaf”. Aku nyoba buat terima semua keadaan ini, dan berusaha jalani semua yang tersisa. Aku tahu dan aku sadar bahkan sangat menyesal atas semua yang aku lakukan hingga akhirnya semua harus berakhir L , aku tak pernah tahu apa yang harus aku lakukan saat itu.. apabila aku bisa memutar waktu, ingin ku memutar kembali saat itu, kenangan indah yang tak pernah kulupa denganmu. Mungkin inilah jawabnya ketika aku dulu penah melakukan salah. Semua memang telah berakhir, sampai saat ini aku tak pernah menyesal sempat kenal dengan kmu kasih, aku masih inginkan kmu kembali, disini, disisi.. entah sampai kapan rasa ini terus ada mengharapkanmu kembali, kini aku hanya bisa berdoa dan berharap. Semoga langgeng ya..

Pesan dari aku, apabila kalian memiliki seseorang yang sangat kamu sayang, jangan pernah menyianyiakan dia bahkan membuatnya dia menangis. Buatlah dia senyaman mungkin dengan anda hingga buat dia sadar bahwa anda lah yang selalu ada untuknya. Karena ketika dia merasa kesepian dan menemukan sosok orang yang bisa menemani dia, maka kelak dia bisa mencintai orang yang menemanianya dikala  dia butuh, ingat ! semua berawal dari suatu kebiasaan..🙂

 

About rivalwidyananda

Minority Will Be Shine Guys, Keep Spirit !

Posted on Februari 4, 2012, in AL-KISAH. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: