Inilah Caraku (Dulu)..

inilah caraku untuk melindungimu. Cara yang mungkin tak pernah kau inginkan dan kauharapkan.Dengan begitu gilanya, aku mengkuatirkanmu, padahal kutahu kaubisa melindungi dirimu sendiri, kau bisa membela dirimu tanpa harus menyertai aku dalam pembelaanmu.

Aku terlalu rajin jika harus bertanya siapa saja lelaki yang menghubungimu setiap menit. Siapa saja lelaki yang mencoba mendekatimu setiap jam, dan siapa saja lelaki yang mengomentari status jejaring sosialmu setiap harinya. Mungkin kau merasa sangat amat risih dengan tindakanku yang terkesan menjijikan, layaknya koruptor yang takut kehilangan miiyaran hartanya, layaknya ibu rumah tangga yang sangat menyayangi buah hatinya. itulah caraku untuk mencintaimu, Sayang.

Aku selalu curiga dengan semua perkataanmu. Aku selalu tak percaya dengan semua pernyataanmu. Jangan berpikir bahwa kau adalah pihak yang paling tersiksa. Jujur, aku sendiri juga sangat tersiksa ketika harus memperlakukanmu seperti penjahat kelas kakap yang harus dipaksa terlebih dahulu baru dia akan mengakui segala perbuatannya. Aku tahu, Sayang. Bahwa kau tidak mungkin membohongiku, bahwa perkataanmu pasti dapat dibuktikan.

Cemburu buta itu tak pernah berdasar, sedangkan posesif tak pernah butuh logika agar sibuk bekerja pada bagiannya. Ya! Aku sering membandingkanku dengan beberapa lelaki yang “dulu” sempat membuatmu bahagia. Beberapa lelaki yang berjanji membahagiakanmu tapi mereka malah meninggalkanmu. Dan, liatlah saat ini kau memilikiku, dengan segala keterbatasan dan kemampuanku. Detik ini, bisakah kau mengerti sedikit saja? Bahwa aku memiliki kelebihan, tapi ada kekuranganku yang tak kau suka adalah melindungimu dengan cara yang salah. Sayang, tapi aku selalu berharap bahwa aku tak akan pernah mencintaimu dengan cara yang salah.

Kamu terlalu sempurna bagi kebanyakan orang

Kamu terlalu berbeda dari banyak wanita lainnya

Jadi mengertilah jika aku harus melihat handphonemu

menghapus semua sms dari laki-laki  tak tahu diri yang mencoba menyapamu

Jadi, terbiasalah dengan sikapku, Sayang

Kau harus tahu seberapa besar dan dalamnya perasaanku padamu

Kau harus tahu rasa takut kehilangan selalu menghantuiku walau kutahu kau berada disampingku

Kau sangat sulit aku lepaskan

Jadi, jangan tanyakan mengapa aku memperhatikanmu dengan gilanya

Mengapa

Karena apa?

Karena apa? Ya, karena apa? Karena aku mencintaimu dan tak mau kehilanganmu..

# Last Memories😥

About rivalwidyananda

Minority Will Be Shine Guys, Keep Spirit !

Posted on Februari 4, 2012, in AL-KISAH. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: