Konsolidasi Panitia OKK 2012 (Jika Aku Menjadi). Cukup Menarik :)

Inilah pengalaman yang sangat mengesankan bahkan bisa dibilang tidak akan pernah terlupakan akan semua yang pernah saya lalui. Ya, acara Konsolidasi Panitia OKK 2012 dengan bertema kan pengabdian masyarakat. Awal cerita kami dari panitia OKK 2011 diajak untuk kembali berkumpul agar hubungan antara sesama KS (Sebutan Kolega Senior untuk mahasiswa pendamping maba), KD (sebutan bagi para pendamping Kolega Dosen untuk maba), dan juga OC (Organization Commite). Kami mengadakan rapat mengenai acara konsolidasi panitia OKK kami dan menghasilkan bahwa untuk acara konsolidasi kami diadakan di luar kampus dan bertemakan pengabdian masyarakat. Disamping itu adanya rapat konsolidasi juga membahas bagaimana kegiatan OKK untuk selanjutnya serta kegiatan reinforcement yang akan dilaksanakan sebentar lagi.

Jujur, pertama saya sedikit malas mengikuti kegiatan ini soalnya saya pikir  aah pasti outbond lagi atau apalah itu, hehee. Tapi ternyata setelah rapat TM saya menjadi tahu bahwa ternyata bukan seperti outbond atau sejenisnya namun mengenai pengabdian kepada masyarakat yang bisa dibilang kurang mampu. hal itu cukup buat saya tertarik untuk mengikutinya meskipun ada rasa penasaran sedikit tentang bagaimana ya disana nanti ? apa yang dilakukan saat disana ? masih tanda tanya.. hehee. Setelah dirapatkan bahwa keputusan kita berangkat pada tanggal 14,15,16 Januari ke Pasuruan desa Gendro, kec. Nongkojajar.

Tanggal 14 Januari pagi jam setengah 7 saya bersama teman saya bernama Rizky (daeng sebutannya, hahaa) bersiap-siap berangkat ke kampus untuk mengikuti acara Konsolidasi Panitia OKK 2012 ini. Tiba dikampus seperti biasa kami absen terlebih dahulu setelah itu beraangkaaat. Dalam bis saya bersama teman-teman panitia bernyanyi terus (biasa meng-galau gila) hahahaha. Hingga tak terasa waktu 3 jam perjalanan ternyata sudah sampai ditempat tujuan yaitu di Pasuruan, Desa Gendro, Kec. Nongkojajar.

Hari pertama (14 Januari) sesampainya disana kami berkumpul ke balai desa setempat untuk mempersiapkan acara pembukaan Konsolidasi OKK 2012. Disambut dengan petinggi desa disana kami melakukan acara pembukaan tersebut. Selesai acara, kami beristirahat diruang Posyandu dekat balai desa yang memang disiapkan untuk kami tinggal. Istirahat sambil main UNO dulu sama anak-anak panitia kadang GITARAN (galau gila lagi :D), canda tawa pun tak terelakkan, hahaa (maklum kalau sudah kumpul lupa waktu)😀. Siang harinya ada penyuluhan dari Kemahasiswaan mengenai Program Kreatifitas Mahasiswa, yayaa PKM saya mendengarkan penyuluhan itu sambil terangguk-angguk ini kepala, maklum semalam sebelum berangkat saya tidak tidur mengerjakan tugas. Hadeeeh..

Sore hari waktunya mandi, tapi yaa saya gak mandi hahaaha soalnya dingin disana, akhirnya ya cuma cuci muka saja, cuek saja kan saya ganteng (alamaaak =,=) hingga malam pun tiba, ternyata hawa disana cukup lumayan dingin. Kami berkumpul bersama di posyandu dekat balai desa disana untuk melaksanakan rapat mengenai kegiatan reinforcement yang sebentar lagi akan dilaksanakan untuk para mahasiswa baru STIKOM Surabaya. Rapat dilaksanakan, sempat suasana menjadi keruh karena perbedaan pendapat (wajar lah) setelah itu mereda dan mendapatkan hasil bahwa untuk kegiatan reinforcement 2012 bertemakan sama seperti Konsolidasi ini yaitu pengabdian masyarakat. Setelah itu dilanjutkan rapat pembagian kepala keluarga untuk pengabdian masyarakat esok hari. Ada 10 kepala keluarga yang dibagi tiap kepala keluarga mendapatkan 2 mahasiswa, dan ternyata saya sama Oky (sebutannya babat, hahaa). Ada teman saya yang mendapatkan orang tuanya bekerja sebagai pemulung, jual bakso, ngurusi sapi, ngurusi lahan, dll. Dan saya dengan Oky teman saya satu tim mendapatkan orang tua yang bekerja sebagai kuli batu, ngarit rumput serta mengurusi sapi, bwahahaa saya ketawa nggegek lihat pembagiannya soalnya dalam hati mbatin (bisa ta aku iki ngelakuinnya ? hahaa). Disamping itu ternyata rumah orang tua baru saya paling jauh disbanding yang lainnya (suabaar ae pokoke, hahaha). Wis malam itu konyol pokoknya ketawa bersama-sama anak panitia saat melihat hasil pembagian orang tua yang akan kami tinggali. Habis itu kami disuruh beristirahat karena harus bangun pada jam setengah 4 pagi untuk bersiap-siap berangkat kerumah orang tua baru kami (asekasek :D).

Pagi telah datang, ya meskipun tidur saya kurang begitu nyenyak karena kedinginan tak buat saya untuk tak semangat (hahahaa, guayaa yo ?) akhirnya kami disuruh prepare untuk berangkat kerumah orang tua kami yang baru. Waktunya mandi lagi, dan lagi-lagi saya tak mandi (salahe adem) bwahahaa. Akhirnya kami satu per satu berangkat ke rumah orang tua masing-masing yang akan kami tempati. Saya bersama Oky (rekan satu tim) berangkat bersama diantarkan satu teman panitia dan satu KD. Dalam perjalanan pikiran saya berangan (gimana ya disana ? kayak apa orang tua saya yang baru ? enak gak ya ? hahaa sudah lah nikmatin saja). Sampailah kami dirumah orang tua kami yang baru, akhirnya disambut sama mereka dengan cukup ramah. Kemudian KD saya (mas Guruh) meminta ijin kepada mereka untuk kami tinggal disana selama sehari semalam setelah itu kami ditinggal disana. Awal pembicaraan saya bingung mereka pakek bahasa jawa (lah saya gak seberapa paham, adeeeh). Untung Oky bisa sedikit bahasa jawa ya walaupun podo wae ternyata gak bisa tap setidaknya radak ngerti lah, hehee.0

Hari pertama disana kami melakukan pekerjaan menjadi kuli batu (mencari batu lah bahasa gaulnya :D) hahaa. Saya ditemani bapak baru saya bernama pak Kis (lupa nama panjangnya, hahaha) dan anaknya. Kami pergi ke sungai dekat rumah mereka, mereka bilang disana juga ada air terjunnya. Kami kira kayak air terjun biasanya lah yang jalannya ga begitu ekstrim, biuh ternyata setelah kami kesana alamaak jalannya yang kami lewati sangat terjal pool, saya sampai terjatuh bolak-balik kepleset gara-gara licin (weswes ampun). Sampainya dibawah kami mencari bebatuan untuk dikumpulkan menjadi satu terus dibawa ke atas. Kami pun membantu pak Kis bersama anaknya mencari bebatuan, dan ternyata bukan sembarang batu yang dikumpulkan harus yang berwarna hitam, kuat dan besar (gak ngerti batu jenis apa itu, hahaa), kami terus menyusuri sungai sembari mencari batu sebanyak mungkin. Kadang kala batu yang kami temukan kebesaran dan harus di pecah menggunakan palu, Oky mencoba memecahkan batu itu waktu dicoba gak pecah-pecah, eeh kalo bapaknya yang mukul sekali pukul pecah (repot kan ? hahaa). Dan setelah batu terkumpul semua waktunya mengangkat batu-batu tersebut ke atas, kami mencoba melakukan itu, setelah dicoba, biiiiuuuuuuhhhh buerat tenan wes berat pool pokoke, saya malu gak bisa mengangkat batu itu, habis itu Oky nyoba ngangkat batu itu, bener ke angkat tap gak bisa jalan, bwahahaha, saya nguakak pool waktu itu ketawa-ketawa sama bapaknya😀 akhirnya kami memutuskan untuk tidak mengangkatnya daripada jatuh repot iki, hadeeeh. Padahal bapaknya bilang kalo mereka malah 20x naik turun bawa batu itu (dalam hati berkata, YaAllah betapa beratnya pekerjaan bapak ini, hingga harus seperti ini, saya harus lebih bersyukur dengan apa yang saya punya sekarang)

Sampailah kami diatas kembali dan beristirahat sejenak didalam rumah pak Kis sambil menikmati segelas teh dan pisang, alamaak capek pool. Tak lama kemudian kami melanjutkan kembali aktifitas yang biasanya dilakukan oleh pak Kis yaitu ngarit rumput (bahasa gaulnya golek suket ato nyari rumput) hahaaa untuk makanan sapinya. Kami diantarkan ke ladang tempat biasa pak Kis mencari rumput. Dengan membawa arit dan tempat penampungan ruput (bahasane) kami bersama pak Kis mencari rumput bersama, awalnya saya kira dengan cara rumputnya dicabut  aja eeeehhh ternyata salah meen, harus dipotong setidaknya disisakan sedikit batangnya biar tumbuh lagi, awalnya dibilangin sama pak Kis kalo bukan seperti itu caranya (yaah maaf pak kan saya ga ngerti, wkwk koplak). Ya sudah akhirnya terkumpul banyak rumputnya kami mencoba mengangkatnya, saya pikir  enteng lah wong cuma rumput daripada batu tadi, bussseeet podo wae ternyata berat pool, wealaah repot. Kami jadi sungkan jadi gak bisa bantu apa-apa malah ngerepotin (susahnya mencari uang, dunia memang kejam).

Akhirnya kami kembali kerumah, sejenak istirahat kembali menikmati sejuknya hawa pedesaan seeerrr😀 . pada sore harinya kami diajak pak Kis memeras susu sapi (hahahaa, pengalaman baru nih) setelah semua dipersiapkan saya dengan sok berani mendekati sapinya sama Oky. Tak lama kemudian ibu Kis istri dari bapak Kis keluar dan berkata yakin tah mas ? masalahe sapi iki lek sing meres susune wong liyo biasane mas dislentik (disepak atau ditendang) kami serentak berkata : wadoo bu pak wis bapak aja yang meres susunya, ga jadi meres akhirnya. Hahaa (iki konyol pool). Akhirnya proses pemerasan pun dimulai hahaa, kayaknya wenak gitu meresnya asline pengen tapi takut, hahaa . sudasuda.

Hari semakin menjelang malam, kami pun disuruh mandi, dan lagi-lagi saya tak mandi karna ga kuat dinginnya, bwahahaa akhirnya saya cuma raup saja😀 (ampun wes, cuek men). Akhirnya malam pun tiba kami berkumpul bersama semua keluarga bapak Kis, canda tawa, cerita mengenai kehidupannya, bertanya mengenai kuliah dan dunia di kota itu seperti apa, saya duduk dekat kompor buatan yang memakai kayu agar tak terlalu kedinginan sambil berbincang-bincang dengan pak Kis. Tak terasa jam menunjukkan hari semakin malam, saya bersama teman saya memutuskan untuk istirahat sejenak karna esok harus bangun pagi untuk memeras susu sapi dan disetor kembali ke koperasi tempat penampungan susu sapi warga.

Keesokan harinya saya dibangunkan sama Oky jm set 5 (biasanya baru bangun jm 10, ini pagi uda dibangunin) sembari mata masih sepet pool ya mau gamau harus bangun (soale sungkan, hahaha :D). setelah bangun saya diberikan suguhan segelas kopi hangat, ngopi syeek jeeh. Hahahaa. Setelah selesai semua saya, Oky beserta anaknya pak Kis menyetorkan susu ke koperasi dekat balai desa sambil menikmati udara pagi yang masih segar (dikota masalahe jarang, hehee) sampai di koperasi kami menyetorkan susu setelah itu kami kembali ke rumah lagi. Sesampainya dirumah kami istirahat sejenak, jalan arah koperasi lumayan jauh pakkk, hehee. Tak lama kemudian pak Kis mengajak kami jalan-jalan keliling desa dengan memberitahu hasil pencarian batunya,  akhirnya kami jalan-jalan keliling desa menikmati pemandangan dan suasana desa yang masih asri, ayem, dan jauh dari kesibukan. Dijalan kami pun sempat bertemu dari salah satu rekan panitia kami, kami diajak keliling hingga balai desa kemudian kembali lagi kerumah. Sungguh keluarga bapak Kis sangat ramah dan baik kepada kami.

Sesampainya dirumah kami bersiap-siap untuk kembali ke balai desa untuk mengikuti upacara perpisahan kepada para warga. Mau gak mau saya mandi deeh, werr adem tenan tapi enak seger . hahaa. Setelah mandi saya menyusul kolega dosen saya yaitu mas Guruh untuk menyusul saya dan memberikan sedikit kenang-kenangan dari kampus STIKOM Surabaya di balai desa. Sesampainya di balai desa saya bersama mas Guruh kembali ke rumah bapak Kis untuk memberikan sedikit bingkisan kenang-kenangan yang tadi saya bawa bersama kolega dosen saya yaitu mas Guruh, sesampainya disana pak Kis bingung dengan keadaan saya dan mas Guruh yang membawa bingkisan untuk mereka, diwakili oleh kepala desa setempat kami mohon pamit pulang ke Surabaya. Disana suasana sedih pun mulai terpecahkan ketika kami memberikan bingkisan kenang-kenangan untuk mereka, saya pun jujur ingin menangis terbawa suasana sambil sedikit tersenyum bahagia melihat mereka. Kami mengucapkan terima kasih sudah mau menerima kami selama satu hari, setelah itu kami pulang kembali ke balai desa untuk kembali ke Surabaya. Masih banyak yang cerita yang ingin saya ceritakan dalam ketikan kata-kata ini namun mungkin tak cukup karena begitu banyak hal yang berharga serta yang dapat kami jadikan acuan dalm hidup susah untuk di torehkan dalam sebuah kata-kata.

Bapak ibu ku yang baru, saya mengucapkan beribu-ribu terima kasih atas semua pembelajaran kehidupan yang cukup berarti bagi saya, saya mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan dari bapak dan ibu. Pak bu maafkan saya ya kalau kami saat menginap dirumah bapak dan ibu cuma bisa merepotkan saja dan tak pernah membantu, jujur pak kami mungkin belum terbiasa dengan semua itu. Tapi saya sangat senang bisa membantu bapak dan ibu sekalian meskipun cuma sedikit yang saya bisa. Terimakasih atas semua yang diberikan kepada kami bapak, kini saya menjadi tahu begitu berartinya hidup tanpa adanya rasa bersyukur. Bapak dan ibu, suatu saat nanti kami insyaAllah akan main lagi kerumah bapak ya.. jangan kapok ya pak kalau saya berkunjung disana. Terimakasih bapak. Salam untuk keluarga, semoga sehat selalu dan di berikan umur panjang serta rejeki yang melimpah, amin..

About rivalwidyananda

Minority Will Be Shine Guys, Keep Spirit !

Posted on Januari 23, 2012, in AL-KISAH. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: